3 Langkah Prosedur Tepat Cara Membuat Sertifikat Tanah dan Rumah!

3 Langkah Prosedur Tepat Cara Membuat Sertifikat Tanah dan Rumah! Properti berupa tanah ataupun bangunan yang Anda miliki harus dapat dibuktikan legalitasnya. Oleh karenanya setelah melakukan transaksi pembelian sebaiknya harus segera membuat sertifikat. Dengan begitu properti yang Anda miliki jelas status hukumnya dan dapat membantu dalam masalah sengketa.

Rumah merupakan properti berharga yang harus memiliki sertifikat sebagai bukti kepemilikan. Rumah yang memiliki sertifikat membuat status hukumnya jelas dan menjadikan harga jualnya tinggi. Dalam proses membuat sertifikat rumah Anda dapat mengurusnya sendiri, cara membuat sertifikat tanah atau rumah dapat dengan mudah dilakukan.

Langkah Tepat Cara Membuat Sertifikat Tanah dengan Mudah

Terdapat beberapa jenis sertifikat tanah atau rumah yang perlu Anda ketahui terlebih dulu sebelum melakukan pengurusan. Setelah itu Anda dapat menyesuaikan jenis sertifikat dan jenis bangunan yang dimiliki untuk dapat melakukan cara membuat sertifikat rumah. Berada di posisi pertama ada Sertifikat Hak Milik (SHM), merupakan legalitas penuh atas kepemilikan tanah atau bangunan menurut identitas tertulis.

Sertifikat selanjutnya yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Legalitas sah yang membuktikan hak pendirian dan kepemilikan bangunan di tanah yang bukan merupakan milik pribadi. Sertifikat ini dapat digunakan dalam 30 tahun, dengan maksimal jangka waktu perpanjangan selama 20 tahun.

Terakhir ada Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS). Jenis sertifikat ini digunakan bagi orang yang memiliki properti berupa rumah susun dan juga apartemen. Jenis bangunan ini dibangun di atas lahan milik bersama. Setelah mengetahui jenis sertifikat apa yang ingin Anda buat berikutnya di bawah ini cara membuat sertifikat rumah.

Tata Cara Membuat Sertifikat Tanah Sesuai Prosedur

Dalam proses kepengurusan sertifikat tanah terdapat beberapa hal yang perlu disiapkan. Syarat ini dapat disiapkan dengan datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang berada di daerah masing-masing. Berikut ketahui dahulu langkah pengurusan sertifikat tanah.

Lengkapi berkas persyaratan

Dalam cara membuat sertifikat tanah atau rumah Anda harus mendatangi BPN. Anda harus menyiapkan beberapa dokumen sebagai syarat membuat sertifikat tanah sebelum datang ke BPN. Dokumen tersebut di antaranya SHGB asli, surat Izin Membangun Bangunan (IMB) yang telah difotocopy, KTP serta KK.

Dokumen lainnya yang harus dibawa ialah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan atau SPPT PBB. Anda juga harus membawa dokumen surat pernyataan kepemilikan lahan. Pastikan kelengkapan semua berkas yang akan digunakan.

Mendatangi BPN

Setelah semua dokumen yang diperlukan sudah Anda siapkan barulah datangi kantor BPN di daerah masing-masing. Sama halnya dengan cara membuat sertifikat rumah. Anda harus melengkapi data pembuatan sertifikat tanah yang lalu diberikan pada petugas BPN. Setelah itu buat janji dengan petugas untuk proses pengukuran tanah.

BPN menerbitkan sertifikat

Petugas BPN akan memberikan Surat Ukur Tanah kepada Anda setelah proses pengukuran tanah selesai. Kemudian untuk melanjutkan proses pembuatan sertifikat bawa surat tersebut ke kantor BPN, Anda akan diharuskan membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah. Proses pengurusan sertifikat tersebut memakan waktu tergantung luas serta peruntukannya. Pastikan tanggal pasti keluarnya sertifikat Anda kepada petugas BPN.

Jika merasa repot untuk melakukan pengurusan sertifikat tanah sendiri, Anda bisa mengurusnya melalui notaris. Cara membuat sertifikat tanah lewat notaris cukup sederhana bila membandingkan dengan melakukan sendiri. Syarat yang perlu dilengkapi sebagai cara membuat sertifikat tanah atau rumah lewat notaris tidak jauh berbeda.

Dokumen yang diperlukan antara lain KTP asli serta fotokopinya yang telah memiliki legalitas. KK dan bukti pembayaran PBB, surat IMB, akta jual beli, Pajak Penghasilan (PPh). Anda juga harus menyiapkan kartu kavling, surat Bea Perolehan Hak Atas Tanah, dan advis planning. Jika sudah lengkap berikan semua persyaratan kepada notaris, pihak notarislah yang kemudian akan melakukan pengurusan ke kantor BPN.

Sama halnya dengan pembuatan sertifikat rumah, sertifikat rumah pun bisa Anda urus sendiri atau lewat notaris. Berikutnya akan dijelaskan mengenai cara membuat sertifikat tanah, bagaimana prosedurnya, dan apa saja dokumen yang perlu disiapkan dalam pembuatannya.

Anda harus mengunjungi kantor BPN untuk kemudian mengisi permohonan pembuatan sertifikat rumah dalam formulir yang telah dibeli. Pastikan telah membawa kelengkapan dokumen seperti SHGB, surat IMB, fotokopi KTP dan KK. Syarat lainnya yang harus dibawa yaitu membawa bukti asli pembayaran PBB tahun berjalan, pernyataan hak tanggungan dan surat pernyataan pemohon. Hal terakhir yaitu pembayaran biaya pengurusan.

Melakukan pembuatan sertifikat tanah dan rumah sekarang sudah lebih berkembang sebab dapat dilakukan lewat online. Khususnya bagi daerah pedesaan cara membuat sertifikat tanah online dapat mempercepat prosesnya. Dengan begitu masyarakat tidak perlu datang ke kantor BPN secara langsung dalam cara membuat sertifikat rumah.

Baca juga : 6 Cara Mengurus Sertifikat HGB Menjadi SHM

Berapa biaya pembuatan sertifikat tanah?

Hal yang pastinya akan menjadi pertanyaan adalah berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat sertifikat rumah atau tanah. Jika Anda menyerahkan pengurusan sertifikat kepada notaris biaya yang dikeluarkan tentunya akan lebih mahal karena prosesnya cepat. Pertama mari bahas mengenai biaya membuat sertifikat rumah.

Biaya yang dikeluarkan saat dalam cara membuat sertifikat rumah dari AJB ke SHM terbilang cukup mahal yakni sekitar 780 ribu. Meliputi biaya pendaftaran 50 ribu, untuk biaya pengukuran 340 ribu serta untuk panitia sekitar 390 ribu.

Lalu bagaimana dengan biaya membuat sertifikat tanah? Jika Anda membuat sertifikat tanah lewat notaris biaya yang dikeluarkan sekitar 5 juta rupiah. Namun dapat berbeda tergantung pada setiap notaris juga pada total jumlah transaksi jual belinya.

Berapa lama proses pembuatan sertifikat rumah?

Menurut informasi dari beberapa sumber, pembuatan sertifikat tanah membutuhkan waktu sekitar 98 hari atau kurang lebih tiga bulan, sedangkan kalau mengutip dari laman money.kompas.com pembuatan sertifikat tanah di BPN memerlukan waktu kurang lebih setengah hingga satu tahun lamanya. Bahkan, kadangkala kamu harus memastikan kepada petugas BPN kapan sertifikat tanah akan jadi dan dapat diambil.

Terdapat banyak jenis sertifikat tanah dan rumah di Indonesia. Hal ini membuat masyarakat sering mengalami kekeliruan menentukan contoh sertifikat rumah asli. Dalam proses transaksi jual beli, sertifikat adalah dokumen penting yang harus benar-benar diperiksa. Karena sekarang ini banyak terjadi kasus sertifikat palsu yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Maka dari itu Anda harus hati-hati dan tidak terburu-buru saat melakukan transaksi jual beli tanah atau rumah. Selain itu Anda juga harus memastikan pihak pengurusan cara membuat sertifikat rumah sangat terpercaya. Lalu bagaimana cara membedakan contoh isi sertifikat rumah yang asli dan palsu? Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui keaslian sertifikat yang dimiliki.

Cek keaslian di kantor BPN

Proses pengecekan keaslian sertifikat tanah di BPN tidak akan lama, biasanya hanya memerlukan waktu satu hari, dikenakan biaya 50-100 ribu. Jika terbukti asli maka sertifikat tersebut akan diberikan cap oleh BPN.

Perbedaan secara fisik

Ada hal yang patut anda teliti terkait keaslian sertifikat tanah, antara yang asli dan yang palsu. Ini bisa kamu lakukan dengan cara cek sertifikat secara disik yang kamu terima dari BPN. Pada sertifikat tanah yang asli menggunakan cover berwarna hijau terang, seedangkan sertifikat yang palsu cenderung berwarna gelap atau bahkan abu-abu.

Jika Anda mengalami kehilangan sertifikat yang dimiliki, tidak perlu panik karena Anda bisa membuatnya kembali di kantor BPN. Bagaimana cara mengurus sertifikat tanah yang hilang? Anda dapat melakukan konsultasi pemblokiran serta penggantiannya dengan mengunjungi kantor BPN setempat. Demikianlah langkah-langkah serta informasi yang harus diketahui dalam cara membuat sertifikat rumah.

Related posts